Beberapa
hari yang lalu entah tanggal berapa saya lupa. Ketika saya sedang blogwalking
ke blog ibu dokter aka Falla Adinda saya membaca sebuah postingan yang berjudul
“Pasti Ada yang Berubah”.
![]() |
| nah ini screenshot blog teh Falla |
Setelahnya saya membaca entah mengapa timbul rasa iri. Ohya ketika membaca nya saya baru saja menginjak usia 21 dan sedang berada di akhir semester. Yang saya iri-kan dari seorang teh Falla Adinda :
Saat belum menikah :
1. Dia mempunyai seorang
kekasih yang terramat menyayanginya.
Yang bisa dia rengek-rengek hanya
untuk sedakar jalan keluar disaat lelah dengan rutinitasnya.
Yang bisa mengerti akan hobby nya
yaitu menulis, menumpahkan isi kepala nya ke dalam blog dalam senang ataupun
sedih.
Dan masih banyak lagi ke-iri-an
saya terhadap teh Falla
Saat sudah menikah :
1.
Disaat dia masih kepala 2
Allah mempercayainya menjadi seorang ibu untuk anaknya, yang mana makin hari ku
lihat di linimasa semakin menggemaskan.
2.
Pekerjaan, yang mana
seorang ibu bisa tetap bekerja setiap hari namun tidak dengan waktu yang lama,
melainkan 3 jam/hari. Waktu yang sangat singkat, dan saya semakin iri karena dia
tidak butuh waktu satu hari penuh untuk meninggalkan anaknya bekerja.
Dan masih banyak lagi…
Setelahnya saya berpikir, “kapankah
saya dapat bertemu dengan seorang kekasih yang dapat menerima saya apa adanya,
dapat setia apapun keadaan saya, dan yakin akan kemampuan saya disaat saya
sendiripun meragukannya?”
Hmm…
Ternyata benar kutipan yang saya sering baca
dimana-mana namun saya tidak tahu siapa penulisnya, begini katanya “jangan lah
kamu mengeluh atas apa yang kamu miliki, karena bisa jadi apa yang kamu
eluh-eluhkan adalah apa yang orang lain idam-idamkan.






